Jumat, 03 Agustus 2012

Minggu, 27 Mei 2012

Sabtu, 07 April 2012

bersabar

Kapten Liverpool Steven Gerrard meminta kepada para fans The Reds untuk bersabar menunggu hasl positif yang diraih klub.

Gerrard meyakinkan kepada mereka kalau klub akan mengakhiri rentetan hasil buruk yang diraih dalam beberapa pekan terakhir ini.

Liverpool sudah meraih gelar Piala Liga dan masih bersaing di Piala FA dengan menghadapi The Toffees di semi-final.

Kamis, 05 April 2012

8 april 2012

sbentar lagi ulang tahun aq
Liverpool - Dirk Kuyt dan Maxi Rodriguez dikabarkan sedang menuju pintu keluar Liverpool di akhir musim. The Reds ingin membangun kembali skuad dengan pemain yang lebih muda.

Liverpool memang berhasil memutus puasa gelar selama enam tahun dengan menjuarai Piala Carling di musim ini. Mereka juga masih berpeluang memperoleh trofi Piala FA seiring dengan suksesnya menapaki babak semifinal.

Meskipun demikian, laju Liverpool yang apik di turnamen domestik berbanding terbalik dengan Liga Primer. The Anfield Gang menampilkan performa mengecewakan dan kini berada di posisi delapan klasemen.

Menurut laporan The Sun, Kuyt tampaknya akan menjadi 'korban' dari misi membangun kembali tim. Meski pada musim lalu sukses menjadi top skorer tim, pesepakbola Belanda itu tampaknya akan dipersilakan pergi di musim panas nanti kendati kontraknya masih tersisa setahun.

Musim ini, Kuyt tidak menjadi pilihan utama manajer Kenny Dalglish. Pemain depan berusia 31 tahun itu baru menyumbang lima gol dari total 35 kali penampilan, jumlah paling sedikit di banding lima musim sebelumnya.

Dua klub Italia, AS Roma dan Fiorentina dan raksasa Turki Galatasaray dikabarkan tengah memonitor situasi Kuyt. Sementara mantan klubnya Feyenoord juga diisukan berminat merekrut kembali Kuyt jika harganya sesuai.

Selain Kuyt, Maxi juga akan dilepas walaupun kontraknya baru akan habis pada musim depan. Pemain Argentina berusia 31 tahun itu cuma tampil sebanyak 15 laga namun sudah menyumbangkan empat gol.

Bek sayap Fabio Aurelio jadi pemain senior ketiga yang akan 'dibuang'. Pemain Brasil ini lebih banyak dibekap cedera dan di musim ini ia baru dua kali saja beraksi di atas lapangan.
London - Kapan Jack Wilshere bisa kembali bermain lagi mulai menemui titik terang, setelah dikabarkan Arsenal siap menurunkan gelandang 19 tahun itu kala bertemu Stoke City 28 April mendatang.

Wilshere mendapat cedera engkel saat melakoni laga pra musim dan hingga saat ini ia belum bermain sekalipun, setelah kembali mengalami cedera minor di akhir tahun lalu.

Cedera ini kemudian bisa saja mengubur impian Wilshere untuk tampil di Piala Eropa atau Olimpiade. Berbagai usaha penyembuhan pun dilakukan pihak Arsenal dan mereka pun tidak buru-buru untuk memainkan lagi Wilshere.

Singkat cerita Wilshere sudah kembali berlatih dan menendang bola akhir bulan lalu. Ini merupakan kabar baik bagi Arsenal dan juga timnas Inggris.

Tersebut Wilshere diberitakan akan bisa kembali merumput pada bulan ini setidaknya saat Arsenal menghadapi Stoke 28 April. Sebelumnya Wilshere direncanakan sudah bisa turun saat menghadapi Chelsea di Emirates Stadium seminggu sebelumnya.

Namun, melihat kondisi Wilshere yang didera dua kali cedera musim ini maka manajer Arsenal, Arsene Wenger, tak ingin buru-buru memainkannya.

"Kami sangat hati-hati memperlakukannya (Wilshere). Kami tidak akan memaksanya latihan jika masih merasakan sakit. Jadi kami sedikit lebih lambat dari yang diharapkan," tutur Wenger seperti dilansir Telegraph.

Rabu, 04 April 2012

manager bola

London - Saat ini sepakbola seperti didominasi kaum Adam. Tetapi perempuan pun diyakini akan segera ambil peran, salah satunya dengan cara memanajeri klub besar Liga Primer Inggris.

Itu adalah keyakinan yang dimiliki oleh mantan manajer timnas Irlandia Utara Lawrie Sanchez. Mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi sekurang-kurangnya dalam periode 10 tahun.

"Aku memiliki taruhan dengan seorang teman bahwa akan ada manajer perempuan di Liga Primer dalam kurun waktu 10 tahun karena apapun yang dikatakan di kasta teratas, kami ada di bisnis hiburan," kata Sanchez dalam sebuah acara dokumenter BBC bertajuk 'Sexism in Football', seperti dilansir Reuters.

"Entah (apakah) karena ia memang sosok terbaik saat itu atau karena ada aspek komersial yang ikut menyertai, alasan yang mendasar adalah karena itu akan menjadi situasi terbaik buat klub. Seseorang, di suatu tempat, akan menunjuk manajer perempuan," lanjut Sanchez yakin.

Wakil Presiden West Ham Karren Brady--seorang perempuan--menilai memang tidak akan mudah untuk kaum Hawa mendobrak dunia sepakbola yang didominasi kaum Adam, padahal mestinya jenis kelamin hanya jadi ukuran kesekian dibandingkan dengan aspek kemampuan.

"Semua sebenarnya bermuara kepada budaya. Perubahan hanya akan datang jika orang-orang di jajaran atas benar-benar percaya dan meyakini sejujur-jujurnya kalau perubahan memang harus dilakukan, bukan semata karena bagaimana rupa kami," bebernya.

Penilaian Brady, yang merupakan perempuan pertama yang menjabat menjadi direktur pengelola di sebuah klub Liga Inggris ketika 19 tahun silam ia mulai menangani Birmingham saat masih berusia 23 tahun, juga didengungkan oleh Heather Rabbatts, sosok perempuan lain yang ditunjuk FA untuk duduk di salah satu kursi direktur asosiasi sepakbola Inggris itu tahun lalu.

"Ini memang olahraga laki-laki tapi bicara mengenai aspek dukungan untuk para pemain, apakah (sepakbola) bisa lebih majemuk dan terbuka? Ya, tentu bisa," tegasnya.

Rabbats lantas mencontohkan, betapa pemain sepakbola dengan kulit berwarna kini sudah menjadi pemandangan umum, dan jelas menambah aspek universal dan kemajemukan dalam sepakbola, kendati beberapa dekade silam hal itu menjadi sebuah kelangkaan.

"Kami sudah maju jauh sekali dari masa ketika hanya ada segelintir pemain kulit hitam, dalam konteks keanekaragaman ras, yang kita lihat di lapangan, yang mana menurutku (kemajemukan itu) sangatlah brilian."

"Sekarang kita bisa menambah kemajemukan itu dalam sepakbola, yang secara khusus mengikutsertakan perempuan," simpulnya.

Saat ini perempuan sudah mencuri perhatian di Inggris lewat sosok Sian Massey yang berprofesi sebagai asisten wasit alias hakim garis. Ia kini sudah bertugas di Liga Primer, setelah sebelumnya "makan asam garam" di divisi-divisi bawah mulai dari League Two sampai ke Championship Division.